Jumat, 07 Agustus 2020

Ditanya Soal BOS Afirmasi 2019, Kepala SDN 2 Jeru Marah


Kabupaten Malang - Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Jeru, Kecamatan Turen Kabupaten Malang, Djumiati, marah dihadapan awak media, Jumat (7/8/2020). Ia kesal lantaran ditanya soal dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi 2019. 

Kejadian ini bermula saat Djumiati ditanya bagaimana mekanisme pencairan dana BOS Afirmasi yang diterima 2019 lalu, dan dibelanjakan untuk apa saja.

Pertanyaan tersebut ternyata memicu emosi Djumiati. Ia pun langsung melabrak wartawan dengan komentar pedas.

"Kepentingan apa bapak menanyakan soal itu ? Seharusnya bapak tahu peruntukkan dana Bos Afirmasi itu untuk apa. Sebentar, saya tanyakan ke pimpinan dulu." kata Djumiati.

Kemarahan Djumiati semakin bertambah, saat ditanya siapa pimpinannya. Sebab, ia adalah Kepala Sekolah di SD Negeri 2 Jeru.
"Iya, saya harus tanyakan pimpinan dulu." jawabnya.

Setelah menunggu beberapa saat, Djumiati bersedia melanjutkan penjelasannya. Namun ia tak berkenan untuk direkam.

Kepada wartawan, Djumiati menjelaskan bahwa, dana BOS Afirmasi bertujuan untuk membantu kegiatan operasional sekolah. Selain itu, untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang belum tercukupi oleh Dana BOS Reguler di Daerah Khusus yang ditetapkan Kementerian.

Berbeda dengan dana BOS Kinerja yang bertujuan membantu mendukung kegiatan operasional sekolah, dan pembelajaran yang belum tercukupi Dana BOS Reguler.

Hal ini, sebagai bentuk penghargaan atas kinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan di daerah khusus yang telah ditetapkan kementerian.

Bertolak dari hal di atas, Djumiati mengaku bahwa, pihaknya telah memanfaatkan dana BOS Afirmasi 2019 dengan tepat sasaran.

Masing-masing, 19 unit tablet disesuaikan dengan jumlah sasaran siswa prioritas yang ditetapkan menteri, total harga 18 juta. Kemudian, komputer, laptop, proyektor, jaringan nirkabel, penyimpanan eksternal dan lain-lain perangkat komputer, total harga 24 juta.

"Jadi, ini sudah sesuai dengan alokasi dana BOS Afirmasi 2019 yang kami terima saat itu, sebesar 42 juta," jelasnya. 

Meski demikian, Djumiati tak menunjukkan bukti pembelian beserta barang dimaksud. Kuat dugaan, dana BOS Afirmasi 2019 SD Negeri 2 Jeru, tidak tepat sasaran.(*)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar